Berburu Triliunan di Tumpukan Kertas Buram: Begini Alotnya Satgas BLBI Lacak Dokumen Aset Obligor yang Kabur.
Kalau kamu pikir nyari ujung selotip bening itu susah, coba deh bayangin rasanya jadi anggota Satgas BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Tugas mereka bukan sekadar nagih utang biasa, tapi berburu "harta karun" negara senilai lebih dari Rp110 triliun yang diumpetin sama para bos bank (obligor) sejak krisis moneter tahun 1997-1998!
Dan tebak apa musuh terbesar mereka dalam perburuan epik ini? Bukan cuma pengacara mahal atau trik hukum yang licin, melainkan tumpukan kertas buram berusia lebih dari dua dekade!
Membaca "Peta Harta Karun" Berusia 20 Tahun Lebih
Kisah ini bermula saat negara menggelontorkan dana talangan triliunan Rupiah biar bank-bank nggak bangkrut di tahun 98. Sebagai gantinya, para bos bank ini menyerahkan dokumen aset—seperti sertifikat tanah, gedung, atau pabrik—sebagai jaminan. Sayangnya, setelah kondisi aman, banyak dari mereka yang malah kabur atau pura-pura lupa ingatan soal utangnya.
Maju ke puluhan tahun kemudian, pemerintah membentuk Satgas BLBI buat narik paksa aset-aset itu. Tapi pas gudang arsip dibuka, jeng-jeng! Dokumen jaminan yang ditinggalkan kondisinya bikin meringis. Bayangin aja, petugas harus memelototi kertas-kertas lapuk hasil ketikan mesin tik jadul yang tintanya udah mblobor ke mana-mana.
Drama Alamat "Gaib" di Sertifikat Jadul
Alotnya penagihan ini makin menjadi-jadi pas masuk ke tahap pengecekan lapangan. Di tahun 90-an, belum ada yang namanya Google Maps atau koordinat GPS yang presisi. Di lembar sertifikat tanah atau akta jaminan, kadang cuma tertulis keterangan seadanya banget, misalnya: "Sebidang tanah kosong di Desa X, berbatasan dengan pohon beringin dan selokan." Masalahnya, 20 tahun kemudian, pohon beringinnya udah ditebang dan selokannya udah berubah jadi jalan tol atau perumahan mewah! Alhasil, para petugas negara ini harus berubah fungsi jadi detektif arsip sekaligus detektif sejarah lokal, nanya sana-sini ke tetua desa buat mencocokkan batas tanah di kertas buram itu dengan kondisi aslinya. Belum lagi kalau ternyata asetnya udah tumpang tindih dipindahtangankan ke pihak ketiga pakai dokumen bodong. Pusingnya dobel!
Harga Mahal Sebuah Kerapian Arsip
Drama perburuan aset BLBI ini adalah bukti paling nyata bahwa administrasi dan kearsipan yang berantakan (entah itu disengaja oleh obligor nakal atau karena sistem zaman dulu) bisa merugikan negara sampai ratusan triliun. Kertas-kertas buram dan lecek itu adalah kunci brankas raksasa milik rakyat Indonesia.
Meski alot dan harus meraba-raba dokumen lapuk, pelan tapi pasti Satgas BLBI mulai berhasil menyita kembali aset-aset tersebut dengan memasang plang besar bertuliskan "Aset Negara". Keadilan ternyata bisa ditegakkan, walau harus dimulai dari membersihkan debu di atas kertas usang!
